Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palembang
   D I N A S P E R I N D U S T R I A N, P E R D A G A N G A N D A N K O P E R A S I K O T A P A L E M B A N G  
PROFIL DINAS
Home
------------------------------------------------------------------
Visi - Misi
------------------------------------------------------------------
Program Kerja
------------------------------------------------------------------
Struktur Organisasi
------------------------------------------------------------------
Kepala Dinas
------------------------------------------------------------------
Sekretaris
------------------------------------------------------------------
Bidang UKM
------------------------------------------------------------------
Bidang Industri
------------------------------------------------------------------
Bidang PPDN
------------------------------------------------------------------
Bidang PPLN
------------------------------------------------------------------
Bidang Koperasi
------------------------------------------------------------------
Kantor Walikota
------------------------------------------------------------------
Sekilas Palembang
------------------------------------------------------------------
Biodata Pegawai
------------------------------------------------------------------
 
Kalender
SEPTEMBER 2014
S S R K J S M
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
             
 
Jadwal Sholat
Palembang
Imsak04:33 WIB
Subuh04:43 WIB
Syuruq05:58 WIB
Dzuhur12:02 WIB
Ashar15:18 WIB
Maghrib18:04 WIB
Isya19:12 WIB
2°59'LS, 104°47'BT
Ketinggian : 10 m
Arah kiblat : 65°27' (U-B)
 
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana perkembangan pembangunan Kota Palembang dalam 5 tahun terakhir
Maju Pesat
Maju
Jalan di tempat
Mundur
Pilihan 2 5
 
 

Portal Nasional Republik Indonesia

Departemen Dalam Negeri RI

Departemen Komunikasi & Informatika RI

Provinsi Sumatera Selatan

Visit Indonesia 2009

Pemerintah Kota Palembang

Portal Nasional Republik Indonesia

Beranda > Berita > Artikel

Motif Abstrak Songket palembang

15/03/2012 11:36:58 WIBOleh : Admin Dinas Perindustrian, Per

Songket palembang ditahun 2012 diprediksi makin bersinar. Berbagai bentuk dan kreasi corak telah disiapkan perancang maupun produsen songket. Seperti songket yang siap didesain Tria Gunawan

Songket palembang ditahun 2012 diprediksi makin bersinar. Berbagai bentuk dan kreasi corak telah disiapkan perancang maupun produsen songket. Seperti songket yang siap didesain Tria Gunawan.

Kepada Sripo, pemilik Tria Busana ini mengaku sudah menyiapkan bentuk berbeda, seperti penggunaan benang sutera alam berwarna  terang dan  kontras dengan motif flora dan fauna. \"Tidak spt biasanya songket selama ini kita temuin dengan motif bunga kaku satu satu tabur dan corak penuh ataupun bunga rapat,\"katanya. Kedepan dia akan mengembangkan motif itu seperti motif flora tak hanya gambar bunga merapat saja namun lebih diperluas seperti bunga bertangkai, memiliki daun hingga pohon secara utuh. Ini tentu teksturnya akan semakin lengkap dan dinamis.

Meski diakui Tria,  pembuatannya akan lebih rumit dan lama, tapi ini bisa menghasilkan suatu karya berbeda dari sebelumnya. Namun jika dikaitkan dengan tren secara umum, Tria memprediksi produk songket tetap akan diminati, khususnya yang menggunakan benang tembaga dengan warna-warna soft seperti batik. Ini juga menjadi ciri khas Tria yang tidak selalu menggunakan benang emas untuk pembuatan songket.
Dan songket inipun, lanjut dia,  akan dikembangkan dengan proses teknik pembatikan dan semprotan pwrnaan abstrak
\"Jadi songket tembaga dengan wajah yang baru,\" katanya. Dan untuk memperluas pemasaran, Tria tak pernah lupa membawa hasil karya tenunnya berupa kain songket palembang yang bercita rasa lembut nan artistik. Dia boleh berbangga dengan karyanya karena berhasil mengubah pandangan orang mengenai kain tradisional yang selama ini dianggap kaku.

Saat bersinggungan dengan bangsa lain ketika bertandang ke luar negeri, songket selalu diperkenalkan. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, entah sedang liburan, mengikuti pameran, ataupun pagelaran busana di luar negeri. Hal seperti itu merupakan kesempatan dan peluang terbaik memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya, utamanya produk kain tenun songket khas ranah Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

”Jangan sampai bangsa dan negara lain yang mengembangkannya,” kata Ir Alwantriati Tundrarizmi nama lengkap Tria.

Kain tenun songket hasil sentuhan kreatif-inovatif Tria amat berbeda dengan umumnya kain tenun songket tradisional. Pasalnya, kain songket hasil tenunannya lebih lembut dan elegan. Pasalnya, dalam proses pembuatan kain tenun, dia menggunakan benang yang tidak dilapisi tajin, mengurangi rajutan, dan menggunakan benang pakan metalik yang tidak kaku. Cirikhas ini juga akan terus dipertahankan.

”Motif terbaru kain tenun songket jumputan dari bahan baku katun dan sutra,” ujarnya.

Kain tenun songket hasil kreativitas Tria ini tidak saja menjadi penanda eksistensial songket warisan budaya bangsa, khususnya Bumi Sriwijaya, tetapi jauh melampaui waktu.

Realitas itu tersirat dari lembar-lembar kain yang terharmonisasi ke dalam sentuhan batik dan bordir. Selain itu, masih banyak lagi kain tenun dengan sentuhan songket bordir, songket tembaga, songket bordir tembaga, songket jumputan, dan songket bordir jumputan, songket tembaga bingkai, dan songket tembaga awan-awan. Sebagian hasil karya kreatif-inovatif tersebut oleh Tria Gunawan sudah dipatenkan ke Departemen Kehakiman.

”Orang lain mengikuti gaya kita, kita tidak bisa marah. Alhamdulillah, sangat bermanfaat, produknya seperti produk saya. Saya pun harus lari lagi, inovasi lagi dan mencari ide-ide dari sana-sini untuk menciptakan kreasi yang baru,” katanya.

Sebetulnya, kata dia, setiap daerah memiliki keunikan dan kekayaan etnik dan budaya, misalnya saja cendera mata.
”Setiap kali saya travelling ke daerah-daerah, dalam pikiran saya apa yang dapat dikembangkan untuk tenun songket,” ungkapnya.

Ide-ide kreatif-inovatif yang melekat pada kain tenun songket ciptaannya akhirnya membawa sosok perempuan asli Palembang ini dianugerahi penghargaan upakarti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2006. Terakhir, penghargaan 1’st Royal Trophy Awards, ASEAN Collaboration on Sericulture Research and Development Conference, di Bangkok, Thailand, tahun 2009
”Cita-cita saya memang ingin bisa memproduksi kain tenun songket hasil kreasi dan inovasi Rumah Busana Tria dalam jumlah besar atau massal, seperti di India, Korea, dan Thailand. Tetapi, saya kesulitan alat tenun mesin (ATM) dan saya sempat mencari tahu melalui KBRI saat saya berada di India,” katanya. Kendati demikian, Tria terus mencari terobosan baru agar usahanya tetap eksis dan lebih berkembang menapaki pangsa pasar yang lebih luas—dari kalangan ibu-ibu, anak-anak, dan remaja.

”Saya sudah mencoba menggunakan alat tenun semimesin yang pengoperasionalannya ditangani oleh tiga orang tenaga dari Jawa Barat. Hasilnya lumayan bagus,” katanya.

Dia mengatakan, jika menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), per potong kain ukuran 2,5 meter membutuhkan waktu satu sampai satu setengah bulan. Sebaliknya, bila menggunakan alat tenun semimesin hanya membutuhkan waktu 2-3 hari. ”Harganya pun lebih murah, berkisar antara Rp 1 juta-Rp- 1,5 juta,” ujarnya.

Selama ini, konsumen kain songket Rumah Busana Tria hanya kalangan atas. Kenyataan itu pula yang akhirnya membuat sang kreator dan desainernya, Tria Gunawan, berpikiran untuk mengembangkannya ke pangsa pasar kelas menengah. ”Nantinya saya juga akan mengembangkan kain tenun blongsong yang cocok untuk kalangan anak muda walaupun tidak terlalu mewah,” katanya.(Sta)
 
Wajib Dipatenkan
 
Dari 71 motif songket yang dimiliki Provinsi Sumsel, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) Kementerian Hukum dan HAM, sementara 49 motif lainnya belum terdaftar, \"termasuk motif Berante Berakam pada seragam resmi Sriwijaya Football Club (SFC). Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif Songket Lepus Bintang Berakam, Nago Besaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lain,\" ungkap Tria.

Dia berharap  pemerintah untuk segera mendaftarkan motif-motif songket tersebut. Jika tidak segera terdaftar, dikhawatirkan negara lain akan lebih dahulu mengakui motif-motif tersebut sebagai produk kebudayaan mereka. Dia memaparkan, pada 2004, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel telah mendaftarkan 71 motif songket baik produk batik maupun tenun tradisional ke Ditjen HKI.

Namun, yang diterima hanya 22 motif. ”22 motif songket Palembang yang telah terdaftar dengan nomor C00200402293-2414-35 di antaranya motif yang terdaftar Bungo Intan, Lepus Pulis, Nampan Perak, Limar Beranti,” papar dia. Sementara Pengamat hukum Unsri Prof Dr Joni Emirzon mengharapkan pemerintah segera bergerak cepat mendaftarkan motif songket. Sebab, sangat disayangkan jika sampai motif songket tersebut sampai jatuh ke tangan orang lain dan dipatenkan. Padahal, sudah jelas motif tersebut berasal dari Palembang. (Sta)
 
Songket Palembang Termahal di Dunia
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra menegaskan songket palembang adalah termahal di dunia, khususnya untuk songket keluaran lama. \"Itu yang dicari orang, bahkan satu songket itu harganya capai 200an juta, tapi untuk songket yang dibuat tahun lama, bukan yang baru-baru, mengapa istimewa karena songket itu terbuat dari benang maupun kain-kain yang asli,\" kata Eddy.

Berdasarkan pengalaman dia ketika bertandang ke luar negeri, hampir semua warga luar tertarik mencari songket asli palembang. Bahkan tiap mengadakan even pun selalu laris ludes di serbu pembeli, seperti baru-baru ini pada pameran di Dubai. Disebutkan, penmkot juga terus berupaya mengembangkan kekayaan asli daerah ini terus menjadi favorit dunia international.

sumber : http://sripoku.com/

Share

Berita Lainnya

Komentar
Kirim Komentar
Nama:
E-Mail:
Komentar:
   
Masukan kode pada gambar di atas:
  
Komentar terbaru (Belum ada komentar yang masuk)
Bahasa
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
 
Waktu Palembang
 
HARGA PASAR
New Page 1
Info Harga Keb.Pokok
KOTA PALEMBANG

Last Update :


> 13 Mei 2014 <


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

BERAS TANPA MEREK

Lokal
1 kg
Rp. 8.500

BERAS BERMEREK

Pandan Wangi
20 kg
Rp. 215,000
Selancar AAA
20 kg
Rp. 210,000

Topi Koki
20 kg
Rp. 170,000
Selancar Biasa
20 kg
Rp. 170,000

Ikan Sepat
20 kg
Rp. 170,000
Ikan Patin
20 kg
Rp. 170,000

GULA PASIR
/kg
Rp. 11,000

GULA KU
/kg
Rp. 14,000

MINYAK GORENG
Bimoli
1 Liter
Rp. 13.000
Fortune
1 liter
Rp. 12,000
Merk Sania
1 Liter
Rp. 13,000
Tanpa Merek (Curah)
/kg
Rp. 10,000

MENTEGA
Merek Blue Band
200gr
Rp. 6,000
Simas (dalam kemas kaleng)
200gr
Rp. 5,500

DAGING
Sapi
/kg
Rp. 110,000
Ayam broiler
/kg
Rp. 29,000

TELUR AYAM
Ras
kg
Rp. 15.500
Kampung
Butir
Rp. 2,000

SUSU
Kental Manis
Bendera
397 g
Rp. 10,000
Indomilk
397 g
Rp. 9,000
Susu Bubuk
Bendera (kotak)
400 g
Rp. 29,000
Indomilk
400 g
Rp. 25,000

JAGUNG PIPILAN
kg
Rp. 6,000

GARAM BERYODIUM
Halus
/Bks
Rp. 1,000
Kasar
/Bks
Rp. 1,500

GAS LPG 3 kg (HET)
/Tbg
Rp. 14,000

KOMODITI LAIN

Tepung Terigu STB
/kg
Rp. 7,500

Kacang Kedelai
/kg
Rp. 9,500
Kacang Tanah
/kg
Rp. 17,000
Kacang Hijau
/kg
Rp. 18,000
Cabe Merah Besar
Keriting
/kg
Rp. 15,000
Biasa
/kg
Rp. 10,000
Bawang Merah
/kg
Rp. 20,000
Bawang Putih
/kg
Rp. 14,000
Ikan Asin Bulu Ayam
/kg
Rp. 35,000
Ikan Teri Kw II
/kg
Rp. 60,000
 

 
Cuaca

Data Cuaca tidak bisa diambil.

 
Pengunjung
Tahun ini3332
Bulan ini18
Hari ini
Online1
19179
Sejak : 03/11/2009
 
Telepon Penting
Kebakaran113, 312011
Ambulans118
Polisi110
SAR355111
RSMH354088
 
HISTORY
 
Kurs Mata Uang

Data Kurs tidak bisa diambil.

 
ARSIP
> Blanko AD Koperasi
> Notaris Pembuat Akta Koperasi
> UU 25/92 Ttg PerKoperasian
 

Departemen Komunikasi & Informatika RI   Portal Nasional Republik Indonesia  Portal Nasional Republik Indonesia   Pemerintah Kota Palembang   Provinsi Sumatera Selatan   Visit Indonesia 2009  

© 2006 - 2009 Pemerintah Kota Palembang